Skip to content
Perjudian 2 min read

Insentif dari Korea Selatan untuk Pelaporan Situs Judi Tak Berizin

Insentif dari Korea Selatan untuk Pelaporan Situs Judi Tak Berizin

Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, Korea Selatan mengambil langkah tegas dalam membasmi aktivitas perjudian tak berizin. Melalui Komisi Pengendalian Perjudian, pemerintah berinisiatif menekan penyebaran situs taruhan ilegal dengan melibatkan masyarakat dan industri untuk melaporkannya. Program ini aktif dari 8 Juni hingga 31 Juli, memfokuskan upaya pada pemblokiran situs-situs yang membidik warga Korea.

Dalam langkah ini, imbalan dalam bentuk uang disediakan bagi siapapun yang mampu memberikan informasi yang efektif untuk menutup akses terhadap situs-situs tersebut. Prosedur Pelaporan Operasi ini didalangi oleh Komisi Pengendalian Perjudian di bawah Kantor Perdana Menteri, yang dikepalai oleh Choi Byung-hwan. Mereka menawarkan platform pelaporan melalui "Pusat Pemantauan dan Pelaporan Industri Perjudian Ilegal" baik melalui situs web maupun layanan telepon.

Dukungan Masyarakat

Ketua Choi Byung-hwan menyoroti pentingnya menjaga Piala Dunia agar tetap menjadi ajang olahraga bersih dan bebas dari perjudian ilegal. "Komisi kami akan fokus memberantas situs-situs tersebut dan meminta partisipasi aktif masyarakat, karena masukan Anda adalah senjata ampuh dalam menghalau perjudian ilegal," ujarnya.

Korea Selatan bergabung dengan negara-negara yang memperketat pengaturan menjelang Piala Dunia. Dewan Perjudian Nasional Afrika Selatan telah mengingatkan operator akan potensi maraknya perjudian selama turnamen. Di negara lain, seperti Singapura, judi online ilegal juga menjadi fokus utama penyelidikan oleh otoritas setempat. Belanda dan Malta turut memberikan sinyal waspada dan berkomitmen memperketat pengawasan mereka.